Showing posts with label News/Readings. Show all posts
Showing posts with label News/Readings. Show all posts

Tuesday, January 13, 2009

Layer Jalan Google Earth™

Lumayan lama tidak mengetik di blog ini... meskipun ada cukup banyak yang ingin dituangkan dari penglihatan, diskusi dan pikiran.

Pelan-pelan lah... hal pertama yang menarik untuk didiskusikan di sini adalah perihal tidak aktifnya layer jalan pada Google Earth sejak beberapa waktu yang lalu (saya tidak tahu persis kapan...). Setidaknya pada posting terakhir "Pemandangan Dari Langit" (2 Juni 08), saya baru terkagum-kagum dengan informasi ini...

Cuplikan gambar di atas kira-kira posisinya sama dengan cuplikan gambar pada posting sebelumnya.

"Kenapa hilang...?"


Rupanya, pertanyaan serupa sudah banyak ditanyakan para penikmat Google Earth, mulai dari kawan-kawan diskusi disekitar... milist RSGIS-Forum, bahkan di dalam diskusi yang lebih luas di internet...

Saya coba cari jawabannya dengan menggunakan bantuan Search Engine dan Help di situs Google Earth sendiri... kemudian saya coba-coba, mulai dari mencoba setting mode graphic dari OpenGL ke DirectX hingga memperbarui program Google Earth ke versi gratis terkahir yang dirilis... namun, masih belum memecahkan masalah.


Kemudian, muncul pertanyaan "Apakah informasi jalan ini hanya dapat dinikmati oleh pengguna versi Pro?... atau perlu kecepatan koneksi internet yang tinggi...? atau murni masalah teknis dari sono-nya?"

... Saya juga tidak menemukan jawabannya di Help dan forum diskusi Google Earth ...

Kenapa ya...? mandek euy...

Meski demikian, untuk saya pribadi sudah sangat senang dengan informasi yang ada saat ini. Satu diantara banyak manfaat yang saya rasakan adalah mudik gratis ke Banjarmasin dan Samarinda dari negeri "perantauan..." melihat kondisi kota pada masa citra itu direkam...

Pembaca dan rekan yang budiman... adakah yang ingin menambahkan, mengkoreksi dan berdiskusi...?


Monggo...



ILWIS 3.5 Open di Rilis...

Lebih kurang 1 tahun sejak ILWIS 3.4 telah disebarluaskan secara gratis (1 Juli 2007), kini kita dapat menikmati versi terbaru yang dapat langsung di download http://52north.org dengan link direct download di sini.

Berikut cuplikan informasi yang membedakan versi 3.4 dengan 3.5 dari situs di atas:

ILWIS 3.5 extends the functionality offered by ILWIS Open 3.4. New user features include:

  • ILWIS as an OGC compliant WMS client. It can now process GetCapabilities requests and make the WMS layers (or combinations of them) available as raster maps in ILWIS (domain color). These can be combined with any local data.
  • Surface energy balances with preprocssing functionality (SEBS). ILWIS is now able to produce Surface Energy Balance maps and carry out the chain of preprocssing to create the products needed for processing.

New developer features include:

  • ILWIS is now a MS Visual 2008 project.
  • ILWIS applications and applications user interface now form a plug-in system. One can extend ILWIS applications without changing anything to ILWIS.
  • ILWIS user interface and ILWIS analytical functionality have now been completely seperated making it easier to write server side applications for ILWIS.

Dari exercises yang lalu bersama Pak Bowo dan Pak Budi, aplikasi ILWIS untuk keperluan remote sensing dan analisis hydrologi sangatlah menarik...

Hanya saja, keharusan mengkonversi file ke dalam format khusus ILWIS merupakan pekerjaan tambahan yang lumayan...

Untuk aplikasi remote sensing OK-lah... tetapi untuk keperluan analisis hydrologi, saya sedang memikirkan untuk menggunakan MapWindow...

Berikut cuplikan tools dimaksud:



Semoga bisa direalisasikan dalam waktu dekat... sehingga bisa menjadi bahan diskusi sebelum menggunakan salah satu atau ke dua-duanya untuk mendukung pekerjaan kita.

Rekan yang berminat mendownload aplikasi MapWindow berserta plugin-nya satu-persatu bisa meng-klik di sini, dan yang mau borongan mendownload file ISO image-nya bisa klik ini.


Kembali ke ILWIS...


Rekan-rekan yang berminat untuk berdiskusi dan sharing mengenai ILWIS, bisa bergabung ke dalam milist (lokal) ILWIS dengan mengarahkan browser Anda ke http://groups.google.com/group/ilwis, atau langsung daftar dengan mengirimkan imil kosong ke ilwis-subscribe@googlegroups.com.


Semoga bermanfaat! di tunggu diskusi lebih lanjut...



Pemandangan dari langit...


Setelah sekian lama dinantikan… akhirnya kota Banjarmasin, propinsi Kalimantan Selatan tampil dalam resolusi tinggi pada Google Earth™. Cuplikan di atas menampilkan Mesjid Sabilal Muhtadin yang terletak di jantung kota Banjarmasin dengan aliran sungai Martapura di sebelah timurnya.


Meskipun bukan hasil jepretan sateilt terbaru, namun sudah lebih dari cukup untuk melepas kerinduan untuk berjalan-jalan di kota seribu sungai tersebut.


“Pabila yo kawa bapasan soto Yana-Yani atawa soto nang di bawah jambatan parak Kayutangi awan sate hayam-nya matan Google Earth…”



Terbang jaung ke Selatan menuju Surabaya…


Entah sejak kapan, namun sekarang kita sudah bisa menikmati peta dengan resolusi tinggi dan relatif baru dengan informasi nama-nama jalan…


Cuplikan di bawah menampilkan kawasan perniagaan, mulai dari Tunjungan Plaza, Praban, hingga Genteng Kali yang terkenal dengan sentra oleh-oleh makanan khas Jawa Timur.


Untuk sementara, informasi yang sangat membantu ini sepertinya baru meliputi pulau Jawa dan Bali… sembari berharap pulau-pulau yang lain tidak dilupakan oleh Google.


… informasi dasar yang sudah selayaknya menjadi hak publik secara luas ini sangat membantu banyak orang…

… Semoga inisiatif tersebut merupakan hasil kerja orang Indonesia (terlepas dari siapa yang mensupport-nya…) yang ingin berbagi informasi kepada orang Indonesia lainnya…







CITRA SATELIT

Informasi Dasar, Ketersediaan, Karakteristik dan Bagaimana Membelinya


Pembangunan database spasial merupakan hal yang fundamental untuk menciptakan sebuah system berbasis SIG yang dapat mendukung kerja dan kinerja kita secara penuh.


Ada banyak cara dalam perolehan data serta teknologi yang terus berkembang hingga saat ini, Tulisan ini lebih spesifik akan membahas cerminan judul di atas, dan di susun berdasarkan pengalaman pribadi selama bekerja di bidang SIG/PJ.


Tulisan ini dibuat dalam bahasa Inggris dengan memuat banyak informasi dan teori yang bersumber dari referensi-referensi yang telah dipublikasikan di internet. Silahkan untuk mendownload dokumen dimaksud sini, dan selamat membaca. Semoga bermanfaat!



Gambaran Umum Sistem Informasi Geografi (SIG)

Kata geografi berasal dari kata geo dan grafi. Geo adalah hubungannya dengan bumi, dan grafi berarti sebuah proses penulisan; sehingga geografi dapat didefinisikan sebagai penulisan tentang bumi. Star dan Estes (1990), menyebutkan bahwa biasanya geografi lebih terfokus pada hubungan manusia dengan tanah.

Fungsi dari sistem informasi adalah untuk menaikkan kemampuan dalam membuat kesimpulan. Sistem informasi merupakan rantai dari kegiatan perencanaan yang meliputi observasi dan pengumpulan data, penyimpanan data dan analisis data untuk digunakan sebagai informasi untuk penarikan kesimpulan. Kegiatan ini membawa seseorang ke konsep yang penting, bahwa peta merupakan salah satu sistem informasi. Peta merupakan kumpulan dari penyimpanan dan analisis data serta informasi yang didapatkan dari data tersebut digunakan untuk menarik kesimpulan. Agar dapat menggunakan peta, maka peta harus mampu menampilkan informasi dengan jelas dan pasti (Jhonson, 1992).

Terdapat banyak sekali definisi tentang Sistem Informasi Geografi seiring dengan perkembangan SIG itu sendiri. Salah satu definisi yang paling sederhana menyebutkan bahwa Sistem Informasi Geografi adalah hasil kerja perangkat komputer, perangkat lunak, data geografi dan proses disain dengan tujuan untuk mempermudah pekerjaan-pekerjaan menyimpan, menganalisis, merubah dan menampilkan seluruh bentuk informasi tentang geografi (Dangermond, 1992). Pengertian ini kurang lebih sama dengan definisi yang diberikan oleh Aronoff (1989) dalam Anonim (1999), dimana Sistem Informasi Geografi yaitu sistem berbasiskan komputer yang di disain untuk menyimpan, menganalisis, memanipulasi dan menampilkan informasi geografis.


Winaryo dan Suryono (1994), mendefinisikan SIG sebagai suatu sistem untuk mendayagunakan dan menghasilgunakan; penyimpanan, pengolahan dan analisis data spasial (keruangan) serta data non spasial (tabular), dalam memperoleh berbagai informasi yang berkaitan dengan aspek keruangan, baik yang berorientasi ilmiah, komersial, pengolahan maupun kebijakan. Sementara itu, menurut Mubekti (1994) SIG adalah suatu teknik penampalan/penumpang-tindihan (overlay) beberapa data dan informasi spasial dengan menggunakan formulasi matematis untuk menghasilkan suatu tema geografis yang baru.

Dilihat dari fungsinya, SIG mempunyai kemampuan sebagai berikut:

a). Memasukkan (input) data untuk merubah format data-data grafis menjadi data digital dalam suatu format yang digunakan oleh SIG;

b). Mengelola (management) data, yaitu dapat menyimpan data yang sudah dimasukkan dan kemudian mengambil data tersebut pada saat yang diperlukan;

c). Memanipulasi dan analisis data yang ada sehingga dari SIG ini dapat diperoleh informasi lebih mendalam dan lengkap;

d). Mengeluarkan (output) data, sehingga dari SIG dapat diperoleh informasi yang merupakan hasil olahan dalam SIG tersebut (Winaryo dan Suryono, 1994).

Jhonson (1992), mendefinisikan SIG sebagai sebuah sistem yang berguna untuk menangani dan menganalisis data geografi untuk banyak pemakai dan aplikasi. Data yang digunakan dalam SIG adalah data geografis yang terdiri dari data geometrik dan data deskriptif.

Data geometrik berhubungan dengan lokasi, bentuk dan hubungan antar kenampakan, misal peta-peta atau data dari penginderaan jauh. Sementara itu, data deskriptif berhubungan dengan sifat-sifat dari kenampakan, misal tabel, grafis dan keterangan lainnya. Data-data tersebut dipakai sebagai visualisasi dan menerangkan keadaan dunia yang sesungguhnya.

SIG adalah informasi yang dibuat untuk berbagai data yang dikumpulkan dengan keruangan atau koordinat geografi. Dengan kata lain, SIG adalah sebuah sistem database dengan kemampuan spesifik untuk data keruangan dan juga sebuah perangkat operasi untuk bekerja dengan data (Star dan Estes, 1990).

Anonim (1991a), menyatakan bahwa terdapat lima pertanyaan umum yang dapat dijawab oleh sistem informasi geografi:

a. Lokasi, What is ?
Pertanyaan pertama adalah mencari apa yang terdapat pada lokasi tertentu. Lokasi dapat dijelaskan dengan menggunakan banyak cara, sebagai contoh, nama tempat, kode pos, atau referensi geografi seperti garis bujur (latitude) dan garis lintang (longitude);

b. Kondisi, Where is it ?
Pertanyaan kedua adalah kebalikan dari yang pertama dan memerlukan analisis spasial untuk menjawabnya. Disamping mengidentifikasi apakah yang terdapat pada lokasi tertentu, ingin mencari lokasi di mana kondisi tertentu yang memuaskan (misalnya, bagian lahan yang berhutan yang luasnya lebih dari 2000 meter persegi, di dalam 100 meter dari jalan dan dengan tanah yang sesuai untuk mendukung bangunan);

c. Kecenderungan, What has changed since ?
Pertanyaan ketiga melibatkan kedua pertanyaan yang pertama dan mencari perbedaan di dalam area menurut perbedaan waktu;

d. Pola, What spatial patterns exist ?
Pertanyaan ini lebih rumit. Kemungkinan ditanya dengan pertanyaan ini untuk mendeterminasi apakah kanker merupakan penyebab utama kematian di antara penduduk yang dekat dengan pusat tenaga nuklir. Yang cukup penting, mengetahui banyak penyimpangan (anomali) yang ada, yang tidak tepat dengan pola dan di mana keberadaannya;

e. Permodelan. What if ?
Pertanyaan What if adalah untuk mendeterminasi apa yang terjadi, sebagai contoh, jika jalan baru ditambahkan ke jaringan atau jika zat berbahaya meresap ke dalam persediaan air tanah lokal. Untuk menjawab jenis pertanyaan ini memerlukan informasi geografi dan informasi lainnya (dan kemungkinan memerlukan hukum keilmuan).


1. Sumber Data Sistem Informasi Geografi

Menurut Paryono (1994), SIG memerlukan data masukan agar berfungsi dan memberikan informasi hasil analisisnya. Data masukan tersebut dapat diperoleh dari tiga sumber, yaitu; (a) lapangan, (b) peta, dan (c) citra penginderaan jauh.

(a). Data lapangan. Data ini diperoleh langsung dari pengukuran lapangan secara langsung, seperti misalnya pH tanah, salinitas air, curah hujan, jenis tanah, dan sebagainya;

(b). Data peta. Informasi yang lebih terekam pada peta kertas atau film, dikonversikan ke dalam bentuk digital. Misalnya, peta geologi, peta tanah dan sebagainya. Apabila data sudah terekam dalam bentuk peta, tidak lagi diperlukan data lapangan, kecuali untuk mengecek kebenarannya.

(c). Data citra pengideraan jauh. Citra penginderaan jauh yang berupa foto udara atau radar dapat diinterpretasi terlebih dahulu sebelum dikonversi ke dalam bentuk digital. Sementara itu, citra yang diperoleh dari satelit yang sudah dalam bentuk digital dapat langsung digunakan setelah diadakan koreksi seperlunya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa ketiga sumber tersebut saling mendukung satu terhadap yang lain. Data lapangan dapat digunakan untuk membuat peta fisis, sedangkan data penginderaan jauh juga memerlukan data lapangan untuk lebih memastikan kebenaran data tersebut. Jadi ketiga sumber data saling berkaitan, melengkapi dan mendukung, sehingga tidak boleh ada yang diabaikan.

Data yang belum dalam bentuk digital dapat diubah menjadi bentuk digital dengan menggunakan cara manual, yaitu mengubah informasi geografis menjadi data digital dengan sistem kisi-kisi (grid or raster system). Cara manual lain namun lebih canggih adalah dengan menggunakan digitizer, sedangkan yang otomatis, menggunakan scanner (Suryono, dkk. 1994).

Untuk cara manual, diperlukan ketelitian operator yang mengkonversi data, sehingga data yang diperoleh masih sesuai (mendekati) seperti aslinya. Untuk penggunaan scanner, perlu diperhatikan resolusi scanner yang digunakan, agar data yang tersimpan tidak banyak mengalami kehilangan detilnya atau mengalami degradasi (Paryono, 1994).

Winaryo dan Suryono (1994) mencatat 3 (tiga) jenis sumber data yang dapat dipakai sebagai masukan bagi SIG, yaitu:

a. Data spasial berbentuk vektor

Data ini bersumber dari peta topografi dan peta tematik lainnya;

b. Data spasial berbentuk raster

Data ini bersumber dari hasil rekaman satelit atau pemotretan udara;

c. Data alphanumerik

Data ini bersumber dari catatan statistik atau sumber lainnya, yang sifatnya sebagai deskripsi langsung atau sebagai tambahan data spasial.

Data geografis sebagai data keruangan (spatial data) dapat disajikan pada kertas atau pada sistem informasi geografis, baik sebagai titik (point), garis (line), ataupun bidang (area). Titik digunakan untuk menunjukkan posisi atau lokasi kenampakan geografis, seperti misalnya lokasi menara pengamat, lokasi sumur minyak, dan sebagainya. Garis yang merupakan kumpulan titik-titik, dapat digunakan untuk menyajikan jalan aspal antar kota, sungai, garis pantai dan lain sebagainya. Sementara itu, bidang untuk menggambarkan wilayah, waduk atau danau, dan sebagainya; yang sering disajikan dalam bentuk poligon, yaitu kumpulan segmen garis yang tertutup (Paryono, 1994).

2. Unsur-Unsur Penting dalam SIG

SIG dirancang untuk memanfaatkan informasi berdasarkan keruangan (spasial) pada lokasi-lokasi tertentu. Menurut Knapp yang dikutip Star dan Estes (1990), sedikitnya ada lima buah unsur penting yang terdapat dalam Sistem Informasi Geografi. Untuk berbagai aplikasi dalam SIG, unsur-unsur tersebut amatlah penting sebagai suatu proses yang dijalankan secara sistematis dan berurutan. Unsur-unsur pokok tersebut adalah sebagai berikut:

a. Pengambilan atau Perolehan Data (Data Acquisition)

Perolehan data adalah rangkaian beberapa pekerjaan identifikasi dan pengumpulan data yang diperlukan dalam pekerjaan SIG. Pengumpulan data dapat ditempuh dengan beberapa prosedur, antara lain penyiapan peta skala besar dari vegetasi alami dari observasi lapangan atau foto udara, data tersedia, hasil survey atau laporan-laporan lain. Tahapan ini sebaiknya mempertimbangkan dana yang tersedia. Satu hal yang paling penting di sini adalah keakuratan data yang tersedia akan sangat mempengaruhi hasil yang kita dapatkan.

b. Persiapan Proses (Preprocessing)

Tahapan ini termasuk memanipulasi data untuk dimasukkan ke dalam SIG, yang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dua tugas penting yang harus diperhatikan dalam persiapan proses ini adalah; pertama, perubahan bentuk data secara sistematis. Masukan data dapat dilakukan dari peta, foto dan laporan tertulis lainnya dan menyimpannya dalam komputer. Tugas kedua dalam persiapan proses adalah menentukan sistem yang baku untuk melakukan penyimpanan dan spesifikasi lokasi obyek dalam data. Hal penting dalam menjalankan proses ini adalah menentukan kriteria kontrol untuk melihat pada tahapan persiapan proses, sehingga dapat digunakan dengan maksimum. Sajian deskripsi lima elemen penting dalam SIG pada gambar di atas.


c. Pengolahan Data (Data Management)

Pengolahan data berfungsi untuk menentukan dan mempermudah ke dalam bentuk yang diperlukan. Pengolahan data memungkinkan untuk memasukkan data, memperbaharui, pembuatan deliniasi serta mendapatkannya kembali. Pengolahan data biasanya dirancang berdasarkan pertimbangan keamanan. Misalnya, untuk setiap penambahan data yang dilakukan haruslah seijin si pembuat pertama dari aplikasi spesifik. Untuk memulai aplikasi SIG biasanya ada tiga tahap dasar, yaitu:

1). Membangun Database

Tahap ini merupakan yang sangat penting dan sering merupakan bagian yang membutuhkan banyak waktu. Kelengkapan dan keakuratan database menentukan kualitas analisis dan produk akhir. Tahapan yang dilaksanakan dalam pengembangan database adalah (1) menentukan batas studi, sistem koordinat, layer data yang diperlukan, atribut yang diperlukan dan bagaimana atribut dikodekan dan diorganisasi; (2) mengotomasi data yang meliputi memasukkan data spasial ke dalam database, menjadikan data spasial dapat digunakan dan memasukkan data atribut ke dalam database; (3) mengelola database dengan menempatkan data spasial ke dalam koordinat bumi yang sebenarnya, menggabungkan coverage yang bersebelahan dan memelihara database.

2). Menganalisis Data

Tahap ini merupakan tahap dimana keistimewaan yang sebenarnya dari Sistem Informasi Geografi ditunjukkan. Pekerjaan analitik yang sangat membutuhkan waktu atau hampir tidak mungkin dikerjakan secara manual, dapat dilaksankan secara sangat efisien dengan menggunakan SIG.

3). Menyajikan Hasil Analisis
SIG menawarkan banyak pilihan untuk membuat peta dan laporan. Produk akhir sebaiknya berkaitan langsung dengan tujuan proyek dan sasaran pemakai yang diinginkan, keduanya telah ditentukan sebelum memulai analisis. Keahlian dalam meringkas dan menyajikan hasil analisis yang mudah dimengerti merupakan kunci pada tahap ini, dan akan membantu menentukan pengaruh dari analisis pada pembuatan keputusan. Untuk memperjelas pengertian, berikut disajikan deskripsi tahapan-tahapan aplikasi SIG.

Peta

Peta merupakan penyajian grafis bentuk ruang dan hubungan keruangan antara berbagai perwujudan yang diwakili (Kals, 1983). Sementara itu, menurut Anonim (1993b) peta merupakan bidang datar dan obyek yang digambarkan pada peta umumnya terletak pada permukaan bumi, sehingga digunakan skala dan sistem proyeksi untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya.

Anonim (1992), menyatakan bahwa peta adalah alat penting dalam perencanaan lingkungan. Sedikitnya ada tiga alasan sebagai berikut: (1) peta sebagai penyimpanan data; (2) peta sebagai alat analisis; dan (3) peta dapat menyampaikan informasi kepada pengguna (users).

Anonim (1992) menyatakan, bahwa peta berbeda dalam ukuran, bentuk dan skala. Pada umumnya peta dapat dibedakan antara dua jenis utama:

1. Peta Topografi

Peta topografi mengacu pada semua ciri-ciri permukaan bumi yang dapat diidentifikasi, apakah alamiah atau buatan, yang dapat ditentukan pada posisi tertentu. Oleh sebab itu, dua unsur utama topografi adalah ukuran relief (berdasarkan variasi elevasi axis) dan ukuran planimetrik (ukuran permukaan bidang datar).

Peta topografi menyediakan data yang diperlukan tentang sudut kemiringan, elevasi, daerah aliran sungai, vegetasi secara umum dan pola urbanisasi. Peta topografi juga menggambarkan sebanyak mungkin ciri-ciri permukaan suatu kawasan tertentu dalam batas-batas skala.

2. Peta Tematik

Peta tematik juga disebut peta statistik, yaitu peta dengan obyek khusus. Tujuan utamanya adalah untuk secara spesifik mengkomunikasikan konsep dan data. Contoh peta tematik yang biasa digunakan dalam perencanaan termasuk peta kadastral (batas pemilikan), peta zona (yaitu peta rancangan legal penggunaan lahan), peta tata guna lahan, peta kepadatan penduduk, peta kelerengan, peta geologi, peta curah hujan dan peta produktivitas pertanian (Anonim, 1992).

Pemilihan sumber data disesuaikan dengan maksud dan tujuan pembuatan peta serta keadaan medan yang dihadapi. Terdapat beberapa sumber data yang digunakan pada pemetaan yaitu dengan pengamatan langsung di lapangan, dengan penginderaan jauh atau dari peta yang sudah ada (base map).

Secara khusus, peta pengelolaan hutan berisikan tentang kejelasan pemilikan (batas-batas kadastral maupun administratif), wilayah itu sendiri (gambar topografi termasuk relief, drainase dan bangunan-bangunan yang ada) dan hasil inventarisasi yang menunjukkan unit-unit tegakan yang seragam. Karena kegiatan survey lapangan umumnya sangat mahal, maka peta hutan biasanya digambarkan dari potret udara dengan penafsiran. Kegiatan di lapangan hanya diperlukan untuk pembuktian apakan penafsiran sudah betul atau belum dan juga melengkapi rincian di lapangan yang tidak dapat dilihat secara langsung pada potret (Sumaryono, 1995).

WGS84

Definisi...

WGS84:
World Geographic System 1984 adalah datum dan sistem koordinat yang paling umum digunakan saat ini yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk menggantikan WGS72. Pengukuran GPS juga menggunakan datum dan sistem proyeksi ini.

Datum: Referensi yang dipergunakan untuk melakukan pengukuran permukaan bumi.
Pada ilmu survei dan geodesi, datum merupakan titik referensi di permukaan bumi berikut model asosiasi yang matematis dimana penhitungan koordinat dilakukan.

GPS:
Global Positioning System adalah sebuah sistem navigasi yang memanfaatkan satelit NAVSTAR yang dapat dipergunakan secara global (di seluruh dunia). Penerima GPS (reveiver) yang dipakai akan menginformasikan koordinat tempat GPS berada.

Sumber: Glossarium, Modul Pelatihan ArcGIS Tingkat Dasar, GIS Konsorsium Aceh Nias 2007.

Overview of Free & Open source Desktop GIS

Melihat banyaknya pilihan untuk menggunakan aplikasi FOSS GIS/RS saat ini, sedikit-banyak agak membingungkan calon pengguna untuk memilih yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Berikut coba saya share link ke halaman milist Open Forum on Participatory Geographic Information Systems and Technologies yang menyampaikan gambaran umum mengenai sebagian aplikasi FOSS GIS/RS yang telah tersedia untuk dikonsumsi publik. Silahkan klik disini untuk menyimaknya.

Di bawah ini adalah cuplikan informasi dari milist di atas:


...below you can find links to two tables that should give an overview of free Desktop GIS and projects. Desktop GIS means thereby that we did not include map web server tools or basic GIS libraries.Please be aware that this listing is probably not comprehensive.

* OS Desktop GIS - general overview table
o html
o word-doc
* OS Desktop GIS - functionality table
o hmtl
o word-doc
* GIS software that does not qualify for the tables above
o html

The tables can be altered on request. Please write to sstein[-at-]geo.uzh.ch - and preferably add the
tables with your changes (use for instance word doc + track changes mode)

A first manuscript version of a related article should be available towards April/Mai 2008 (it is written,
but I am waiting for comments by friends).


Acknowledgments:

I have to thank numerous people of the different projects for contributing information: GRASS: Markus Neteler, Otto Dassau, Marco Hugentobler and Stefan Holl; KOSMO: Manuel Navarro; MapWindow: Daniel Ames, uDig: Jody Garnet and Jesse Eichar, SAGA: Olaf Conrad; ILWIS: Martin Schouwenburg; OpenJUMP: Michaƫl Michaud, DeeJUMP: Andreas Schmitz; PirolJUMP: Arnd Kielhorn; SkyJUMP: Larry Becker; gvSIG: Mario Carrera; and OrbisGIS: Erwan Bocher. I would like to thank Ralf Tauscher, Jan-Oliver Wagner and others for comments and suggestions on foregoing presentation slides and first manuscript versions. Finally many thanks to Gary Sherman for hosting this page.


last change: 2 April 2008 - added table with non qualifying software.
Stefan Steiniger!

FOSS GIS/RS

Perkembangan dan pembangunan Free and Open Source Software Geographic Information System dan Remote Sensing (FOSS GIS/RS) sangatlah pesat dalam beberapa tahun belakangan ini. Namun demikian, kelihatannya masih sedikit sekali yang ingin menggunakan dan mengaplikasikannya.

Beberapa aplikasi yang telah dibuat dan dipublikasikan di antaranya adalah GRASS-GIS, QuantumGIS, FGIS, DIVA_GIS, MapWindow, dan masih banyak lagi lainnya dan bisa di lihat misalnya melalui site http://freegis.org/.

Hingga saat ini, aplikasi-aplikasi di atas memang belum bisa disamakan dengan aplikasi berbayar yang telah kita kenal seperti buatan ESRI misalnya. Bagaimanapunn juga, kelebihan ataupun kekurangan adalah sesuatu hal yang selalu ada dan akan muncul jika belum ditemui saat ini karena memang buatan manusia.

Di sisi lain, pengguna seperti saya, selalu menginginkan aplikasi yang powerful dan bisa memenuhi segala kebutuhan dengan hanya 1 perangkat lunak yang all in one. Dalam kasus FOSS GIS/RS, sepertinya masih harus bersabar… karena kelihatannya aplikasi-aplikasi yang telah di bangun berdasarkan pada kebutuhan si pembuat untuk tujuan tertentu yang lebih spesifik. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan jika kita jeli dan mau belajar dari beberapa perangkat lunak yang telah di publikasikan, kita bisa mendapatkan hasil seperti yang diinginkan dari kombinasi beberapa FOSS GIS/RS. Meskipun, mungkin dengan menempuh jalan yang agak berputar.